Modul IV
Pada sebuah perumah, dimana di perumahan tersebut yang mana hanya gang sempit. Maka, di perumahan tersebut hanya bisa untuk jalur satu. Dan contoh kondisi seperti ini dapat dijumpai di daerah Gunung Panggilun, Padang. Dengan kondisi seperti ini, pada saat warga perumahan ataupun tamu ingin masuk atau keluar dalam waktu yang sama, akan menemukan kendala. Dimana pengendara susah untuk lewat. Maka dari itu, kami kelompok 13 pratikan Mikrokontroller dan Mikroprosessor 2018 membuat sebuah alat pada Modul 4 ini untuk solusi menanggulangi masalah ini dengan membuat sebuah Aplikasi Pintu Portal Otomatis Berbasis Arduino UNO dengan Menggunakan Sensor Ultrasonic. Dan kami membuat jalur masuk dan keluar di beda tempat. Contoh, dimana jika ada pengendara yang masuk dari luar di pintu portal bagian masuk maka portal akan terbukan otomatis, akan tetapi jika ada pengendara yang mau keluar di pintu portal masuk, portal tidak akan terbukan. Karena tidak sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
2. Tujuan [kembali]
Adapun
tujuan dari pembuatan alat pada Modul 4 ini, ialah:
- Untuk mengatur kelancaran transportasi di perumahan yang memikili jalur satu arah (gang sempit)
- Supaya tidak terjadi hambatan saat pengendara yang keluar ataupun masuk perumahan
- Untuk menciptakan ketertiban pengendara di perumahan
- · Arduino UNO
- · Sensor Ultrasonic
- · Motor Servo
- · Jumper
- · Breadboard (Papan Roti)
- · LCD
A.Arduino
Arduino
adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik open source yang di
dalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler dengan jenis
AVR dari perusahaan Atmel. Arduino yang kita gunakan pada prkatikum ini adalah
arduino mega yang menggunakan chip AVR ATmega 2560 yang memiliki fasilitas PWM,
komunikasi serial, ADC, timer, interupt, SPI dan I2C. Sehingga Arduino bisa
digabungkan bersama modul atau alat lain dengan protocol yang berbeda-beda.
Bahasa pemograman yang digunakan adalah bahasa C. Tetapi bahasa ini sudah
dipermudah menggunakan fungsi-fungsi yang sederhana sehingga lebih mudah dalam
memprogramnya. Dalam memprogram arduino, kita bisa menggunakan serial
komunikasi agar arduino dapat berhubungan dengan komputer ataupun aplikasi
lain.
Beberapa fitur dari Arduino
Mega 2560 ini adalah :
Microcontroller
|
ATmega2560
|
Operating Voltage
|
5V
|
Input Voltage (recommended)
|
7-12V
|
Input Voltage (limits)
|
6-20V
|
Digital I/O Pins
|
54 (of which 15 provide PWM
output)
|
Analog Input Pins
|
16
|
DC Current per I/O Pin
|
20 mA
|
DC Current for 3.3V Pin
|
50 mA
|
Flash Memory
|
256 KB of which 8 KB used by
bootloader
|
SRAM
|
8 KB
|
EEPROM
|
4 KB
|
Clock Speed
|
16 MHz
|
BAGIAN-BAGIAN DARI ARDUINO
MEGA 2560
·
Soket USB
Soket
USB adalah soket untuk kabel USB yang disambungkan ke komputer atau laptop.
Berfungsi untuk mengirimkan
program ke Arduino dan juga sebagai port komunikasi serial.
·
Input / Output Digital
Input/Output Digital atau digital pin adalah pin-pin untuk menghubungkan
Arduino dengan
komponen atau
rangkaian digital. Pada Arduino Mega
terdapat 53 I/O Digital dimana 16
diantaranya dapat dijadikan
sebagai output PWM
- Input Analog
Input
Analog atau analog pin adalah pin-pin yang berfungsi untuk menerima sinyal dari
komponen atau rangkaian analog. Misalnya dari potensiometer, sensor suhu,
sensor cahaya, dsb.
Terdapat 16 input analog pada
arduino mega 2560.
- · Pin POWER
Pin-pin catu daya adalah pin yang memberikan tegangan untuk komponen atau
rangkaian yang dihubungkan dengan Arduino. Pada bagian catu daya ini terdapat
juga pin Vin dan Reset.Vin digunakan untuk memberikan tegangan langsung kepada
Arduino tanpa melalui tegangan USB atau adaptor.
- · Tombol RESET
Reset
adalah pin untuk memberikan sinyal reset melaui tombol atau rangkaian
eksternal.
- · Jack Baterai/Adaptor
Soket
baterai atau adaptor digunakan untuk menyuplai Arduino dengan
tegangan dari baterai/adaptor 9V pada saat Arduino sedang tidak
disambungkan ke komputer. Kalau Arduino sedang disambungkan ke komputer melalui
USB, Arduino mendapatkan suplai tegangan dari USB, jadi tidak perlu memasang
baterai/adaptor saat memprogram Arduino.
B. Liquid Crystal Display
(LCD)
Liquid
Crystal Display (LCD) adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi untuk
Gambar Penampang komponen
penyusun LCD
Keterangan:
1. Film dengan polarizing
filter vertical untuk memolarisasi cahaya yang masuk.
2. Glass substrate yang berisi
kolom-kolom elektroda Indium tin oxide (ITO).
3. Twisted nematic liquid
crystal (kristal cair dengan susunan terpilin).
4. Glass substrate yang berisi
baris-baris elektroda Indium tin oxide (ITO).
5. Film dengan polarizing
filter horizontal untuk memolarisasi cahaya yang masuk.
6. Reflektor cahaya untuk
memantulkan cahaya yang masuk LCD kembali ke mata pengamat.
Sebuah citra
dibentuk dengan mengombinasikan kondisi nyala dan mati dari pixel-pixel yang
menyusun layar sebuah LCD. Pada umumnya LCD yang dijual di pasaran sudah
memiliki integrated circuit tersendiri sehingga para pemakai dapat mengontrol
tampilan LCD dengan mudah dengan menggunakan mikrokontroler untuk mengirimkan
data melalui pin-pin input yang sudah tersedia.
Sensor ultrasonik PING terdiri
dari tiga bagian utama yaitu :
- Transmitter Gelombang Ultrasonik
- Receiver Gelombang Ultrasonik
- Rangkaian kontrol
Transmitter
berfungsi sebagai pemancar gelombang ultrasonik. Gelombang yang dipancarkan
memiliki frekuensi 40KHz. Gelombang ini akan dipancarakan dengan kecepatan
344.424m/detik atau 29.034uS per centimeter. Jika didepan terdapat halangan
atau objek maka gelombang tersebut akan memantul. Pantulan gelombang akan
dideteksi oleh receiver. Rangkaian kontrol akan mendeteksi pantulan gelombang
dan menghitung lama waktu saat gelombang dipancarkan dan gelombang terdeteksi
pantulannya. Lama waktu pemantulan gelombang ini akan dikonversi menjadi sinyal
digital dalam bentuk pulsa. Sinyal inilah yang nantinya diolah oleh
mikrokontroler atau mikroprosesor sehingga didapat nilai jarak antara objek dan
sensor. Nilai jarak dapat diperoleh melalui rumus berikut ini :
Jarak (cm) = Lama Waktu Pantul
(uS) / 29.034 / 2
Rumus jarak
didapat dari pembagian lama waktu pantul dengan kecepatan gelombang ultrasonik
dan dibagi 2 karena pada saat pemantulan terjadi dua kali jarak tempuh antara
sensor dengan objek. Yaitu pada saat gelombang dipancarkan dari transmitter ke
objek dan pada saat gelombang memantul ke receiver ultrasonik.
D. JUMPER
Sebagai konektor antar modul satu dengan modul lainnya
E. BREADBOARD
Breadboard adalah board yang digunakan untuk membuat
rangkaian elektronik sementara dengan tujuan uji coba atau prototipe tanpa
harus menyolder. Dengan memanfaatkan breadboard, komponen-komponen elektronik
yang dipakai tidak akan rusak dan dapat digunakan kembali untuk membuat
rangkaian yang lain. Breadboard umumnya terbuat dari plastik dengan banyak
lubang-lubang diatasnya. Lubang-lubang pada breadboard diatur sedemikian rupa
membentuk pola sesuai dengan pola jaringan koneksi di dalamnya.
Breadboard yang tersedia di pasaran umumnya terbagi
atas 3 ukuran: mini
breadboard, medium
breadboard atau large
breadboard. Mini
breadboard memiliki 170 titik koneksi (bisa juga lebih). Kemudian medium
breaboard memiliki 400 titik koneksi. Dan large breadboard memiliki 830 titik
koneksi.
Mini Breadboard dan Layout Koneksi
Perhatikan gambar diatas, sebuah mini breadboard
dengan 200 titik koneksi. Pada bagian kanan dapat dilihat pola layout koneksi
yang digambar dengan garis berwarna biru. Pada breadboard tersebut dapat
dilihat penulisan huruf A, B, C, D, E, F, G, H, I dan J. Kemudian ada angka 1,
5, 10, 15 dan 20. Huruf dan angka ini membentuk semacam koordinat. A1, B1, C1,
D1 dan E1 saling berhubungan sesuai pola koneksinya (lihat kembali garis
berwarna biru). Begitu juga A2 –> E2, A3 –> E3, F1 –> J1, F2 –> J2
dan seterusnya. Dengan memahami pola koneksi ini kita sudah bisa memakai
breadboard untuk keperluan prototipe rangkaian sehingga dapat menempatkan
komponen elektronik secara tepat sesuai gambar rangkaian yang dimaksud.
Medium Breadboard dengan 400 titik
Layout Koneksi Medium Breadboard
Gambar diatas adalah medium breadboard dengan 400
titik koneksi. Medium breadboard ini biasa juga disebut half (setengah)
breadboard. Karena ukurannya kurang lebih setengah dari ukuran large / full
breadboard dengan 830 titik koneksi.
F. MOTOR SERVO
Motor servo adalah sebuah perangkat atau aktuator
putar (motor) yang dirancang dengan sistem kontrol umpan balik loop tertutup
(servo), sehingga dapat di set-up atau di atur untuk menentukan dan memastikan
posisi sudut dari poros output motor. motor servo merupakan perangkat yang
terdiri dari motor DC, serangkaian gear, rangkaian kontrol dan potensiometer.
Serangkaian gear yang melekat pada poros motor DC akan memperlambat putaran
poros dan meningkatkan torsi motor servo, sedangkan potensiometer dengan
perubahan resistansinya saat motor berputar berfungsi sebagai penentu batas
posisi putaran poros motor servo.
Penggunaan sistem kontrol loop tertutup pada motor
servo berguna untuk mengontrol gerakan dan posisi akhir dari poros motor servo.
Penjelasan sederhananya begini, posisi poros output akan di sensor untuk
mengetahui posisi poros sudah tepat seperti yang di inginkan atau belum, dan
jika belum, maka kontrol input akan mengirim sinyal kendali untuk membuat
posisi poros tersebut tepat pada posisi yang diinginkan. Untuk lebih jelasnya
mengenai sistem kontrol loop tertutup, perhatikan contoh sederhana beberapa
aplikasi lain dari sistem kontrol loop tertutup, seperti penyetelan suhu pada
AC, kulkas, setrika dan lain sebagainya.
Motor servo biasa digunakan dalam aplikasi-aplikasi di
industri, selain itu juga digunakan dalam berbagai aplikasi lain seperti pada
mobil mainan radio kontrol, robot, pesawat, dan lain sebagainya.
Ada dua jenis motor servo, yaitu motor servo AC dan
DC. Motor servo AC lebih dapat menangani arus yang tinggi atau beban berat,
sehingga sering diaplikasikan pada mesin-mesin industri. Sedangkan motor servo
DC biasanya lebih cocok untuk digunakan pada aplikasi-aplikasi yang lebih
kecil. Dan bila dibedakan menurut rotasinya, umumnya terdapat dua jenis motor
servo yang dan terdapat di pasaran, yaitu motor servo rotation 180⁰ dan servo rotation continuous.
- Motor servo standard (servo rotation 180⁰) adalah jenis yang paling umum dari motor servo, dimana putaran poros outputnya terbatas hanya 90⁰ kearah kanan dan 90⁰ kearah kiri. Dengan kata lain total putarannya hanya setengah lingkaran atau 180⁰.
- Motor servo rotation continuous merupakan jenis motor servo yang sebenarnya sama dengan jenis servo standard, hanya saja perputaran porosnya tanpa batasan atau dengan kata lain dapat berputar terus, baik ke arah kanan maupun kiri.
Prinsip kerja motor servo
Motor servo dikendalikan dengan memberikan sinyal
modulasi lebar pulsa (Pulse Wide Modulation / PWM) melalui kabel kontrol. Lebar
pulsa sinyal kontrol yang diberikan akan menentukan posisi sudut putaran dari
poros motor servo. Sebagai contoh, lebar pulsa dengan waktu 1,5 ms (mili detik)
akan memutar poros motor servo ke posisi sudut 90⁰. Bila pulsa lebih pendek dari 1,5 ms maka akan berputar ke arah posisi 0⁰ atau ke kiri (berlawanan dengan arah jarum jam),
sedangkan bila pulsa yang diberikan lebih lama dari 1,5 ms maka poros motor
servo akan berputar ke arah posisi 180⁰ atau ke kanan (searah jarum jam). Lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah
ini.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar