UTS LISAN
1. Rangkaian [kembali]
File rangkaian running text dari 8 komponen 7-segment yang terhubung ke IC 8255
- Download
I.(4).Buatlah rangkaian interface ouput dengan decoder 74LS138 dan jelaskan prinsip kerjanya.
II.(2).Buatlah rangkaian running text dari 8 komponen 7-segment yang terhubung ke IC 8255
III.(3).Rangkaian sistem minimum 8086 untuk aplikasi keypad dan Dot matrik
IV.(4) Rangkaian aplikasi sistem minimum 8086 untuk kontrol suhu ruangan dengan display Dot matrik .
2. Prinsip Kerja [kembali]
I. (4).Buatlah rangkaian interface ouput dengan decoder 74LS138 dan jelaskan prinsip kerjanya.
I. (4).Buatlah rangkaian interface ouput dengan decoder 74LS138 dan jelaskan prinsip kerjanya.
Pada IC 8255 digunakan sebuah saklar 8-bit yang kombinasinya dapat di set sedemikian rupa untuk menjaga agar daerah kerja kartu berada pada alamat 0300H & 0301H. Kedelapan saklar tersebut dihubungkan dengan A2-A9 pada slot ISA. Pada rangkaian ini, digunakan pula sebuah komparator 74LS138, yang akan selalu membandingkan alamat dari CPU dengan alamat daerah kerja kartu PPI. Bila hasil perbandingan oleh komparator sama, akan dikirimkan sebuh sinyal yang mengaktifkan CS (mengaktifkan CS berarti mengaktifkan IC 8255). Karena daerah kerja kartu berada pada alamat 0300H-0301H, dari 20-bit alamat yang dimiliki oleh slot ekspansi, hanya 10-bit alamat yang digunakan. Untuk Port A (PA) menggunakan alamat 300H, yang mana digunakan untuk output (LED) dan pada Port B (PB) menggunakan alamat 301H, digunakan sebagai input (Switch). Pada Port A menggunakan alamat 300H, maka pada Slot ISA A2-A9 akan beerlogika A2-A7 logika 0 (Active Low) dan A8-A9 logika 1 (Active High), pada A1-A2 di Slot ISA yang terhubung ke IC 8255 akan berlogika 0 (Active Low) sesuai dengan alamat tadi. Karena Rangkaian ini beralamat 300H yang membuat output Y4 dari IC decoder 74LS138 berlogika ‘0’ karena A8 dari slot ISA dihubungkan ke input C dari IC 74LS138, dan Jika A,B diberi tegangan Low, maka Y4 akan berlogika 0, CS yang terhubung dengan Y4 pada IC 8255 akan berlogika 1 dan E pada IC 74LS245 akan berlogika 0. Salah satu IC transceiver adalah 74LS245. IC ini mampu mengirimkan dan menerima 8 bit sinyal, sesuai dengan logika yang diberikan pada masukan DIR dan keluaran. Bila DIR berlogika rendah, maka transceiver akan menyalurkan data sesuai dengan keadaan logika DIR. Bila DIR berlogika tinggi, maka data pada sisi A akan menuju sisi B. Sebaliknya bila DIR berlogika rendah, maka data pada sisi B akan menuju sisi A. Maka RD akan belogika 1 (Active High) yang terhubung ke IOR pada Slot ISA. Selanjutnya alamat (berupa data) akan dikirimkan dari Slot ISA, ke IC Transceiver 74LS245 dan dikirim ke IC 8255, dan keluaranya atau output pada LED.
ll.(2) Buatlah rangkaian running text dari 7-segment yang terhubung ke IC 8255
lll.(3).Rangkaian sistem minimum 8086 untuk aplikasi keypad dan Dot matrik
Rangkaian sistem 8086 ini dapat di ketahui pada pemasukkan nilai pada keypad ke IC yang dimana ooutput yang di tentukan pemasukkan nilai2 ping yang akan di buat oleh user atau pengguna pin tersebut jika tombol 2 di tekan maka akan switch off pada nomor 2 4 6 akan ter off dan on nomor 1 2 3 pada baris tesebut begitulah logika kerja pada keypad. Setelah itu, alamat yang sudah dikirim tadi, akan masuk mikroprosessor yang tersimpan sementara di register. Pada Mikroprosessor ini, terjadi pemprosesan alamat tadi, yang akan dikirim ke IC, lalu data yang dikirim dari Mikroprosessor tadi di simpan terlebih dahulu ke memory, setelah itu baru dikirim ke IC 8255 yang akan mengirim data-data tersebut diteruskan keluar pada nilai IC input dan output di proses dan di tampilkan pada layar akan kelar angka 2 . jika mau mengirimkan nilai 1 maka sekuelnya 001 => 0010 => 1000 => 0001 => 0010 dst.
lV.(4) Buatlah rangkaian aplikasi sistem minimum 8086 untuk kontrol suhu ruangan dengan display Dot matrik .
Rangkaian sistem ini 8086 yang di inputkankan oleh keypad yang dimana keypad roses scaning untuk membaca penekanan tombol pada matrix keypad 4×4 untuk mikrokontroler diatas dilakukan secara bertahap kolom demi kolom dari kolom pertama sampai kolom ke 4 dan baris pertama hingga baris ke 4. Program untuk scaning matrix keypad 4×4 dapat bermacam-macam, tapi pada intinya sama. Misal kita asumsikan keyapad aktif LOW (semua line kolom dan baris dipasang resistor pull-up) dan dihubungkan ke port mikrokontrolr dengan jalur kolom
Mengirimkan logika Low untuk kolom 1 (Col1) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.
Mengirimkan logika Low untuk kolom 2 (Col2) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.
Mengirimkan logika Low untuk kolom 3 (Col3) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.
Mengirimkan logika Low untuk kolom 4 (Col4) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.
Kemudian data pembacaan baris ini diolah sebagai pembacaan data penekanan tombol keypad. Sehingga tiap tombol pada matrix keypad 4×4 diatas dengan teknik scaning tersebut akan menghasilkan data penekanan tiap-tiap tombol sebagai berikut.
SW1 = 0111 0111 SW9 = 0111 1101
SW2 = 1011 0111 SW10 = 1011 1101
SW3 = 1101 0111 SW11 = 1101 1101
SW4 = 1110 0111 SW12 = 1110 1101
SW5 = 0111 1011 SW13 = 0111 1110
SW6 = 1011 1011 SW14 = 1011 1110
SW7 = 1101 1011 SW15 = 1101 1110
SW8 = 1110 1011 SW16 = 1110 1110
Data port mikrokontroler, misalkan pada SW2 = 1011 0111 tersebut terbagi dalam nible atas dan nible bawah dimana data nible atas (1011) merupakan data yang kita kirimkan sedangkan data nible bawah (0111) adalah data hasil pembacaan penekanan tombol keypad SW2 pada proses scaning matrix keypad 4×4 diatas.
Mengirimkan logika Low untuk kolom 1 (Col1) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.
Mengirimkan logika Low untuk kolom 2 (Col2) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.
Mengirimkan logika Low untuk kolom 3 (Col3) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.
Mengirimkan logika Low untuk kolom 4 (Col4) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.
Kemudian data pembacaan baris ini diolah sebagai pembacaan data penekanan tombol keypad. Sehingga tiap tombol pada matrix keypad 4×4 diatas dengan teknik scaning tersebut akan menghasilkan data penekanan tiap-tiap tombol sebagai berikut.
SW1 = 0111 0111 SW9 = 0111 1101
SW2 = 1011 0111 SW10 = 1011 1101
SW3 = 1101 0111 SW11 = 1101 1101
SW4 = 1110 0111 SW12 = 1110 1101
SW5 = 0111 1011 SW13 = 0111 1110
SW6 = 1011 1011 SW14 = 1011 1110
SW7 = 1101 1011 SW15 = 1101 1110
SW8 = 1110 1011 SW16 = 1110 1110
Data port mikrokontroler, misalkan pada SW2 = 1011 0111 tersebut terbagi dalam nible atas dan nible bawah dimana data nible atas (1011) merupakan data yang kita kirimkan sedangkan data nible bawah (0111) adalah data hasil pembacaan penekanan tombol keypad SW2 pada proses scaning matrix keypad 4×4 diatas.
File Rangkaian aplikasi sistem minimum 8086 untuk kontrol suhu ruangan dengan display Dot matrik - Download
Tidak ada komentar:
Posting Komentar